Benciku Adalah Cintaku
Disebuah SMA,
yaitu di SMAN 78 Jakarta ada salah seorang siswi yang bernama Ika yang lebih
dikenal dengan panggilan Ika yang telah duduk di kels XII. Ika memiliki 2
sahabat cewek yang bernama Marsawani yang sering dipanggil dengan panggilan
Masrah, dan Nudya Auziana yang juga sering dipanggil dengan panggilan Nudya.
Mereka bertiga jika bertemu, sangat kelihatan akrab dan kompak. Maklum, mereka
sudah berteman sejak kelas VII SMP. Ika sangat membenci salah seorang teman
laki-lakinya yang bernama Rendy. Nama lengkapnya Rendy Septino Aji. Setiap kali
bertemu, hanya ada pertengkaran diantara Ika dan Rendy. Ika yang begitu sangat
sensitif dengan Rendy, selalu saja mengejek Rendy dengan sebutan “Sok Cengir”
yang artinya, sok cakep, ganteng, dan pintar. Memang sih, Rendy juga termasuk
siswa yang berprestasi dalam menyampaikan pendapat, itulah salah satu yang
dibenci oleh Ika.
Suatu hari, pada
pelajaran Biologi semua siswa di tugaskan mencari satwa-satwa yang hampir punah
di hutan Gregek dan flora-flora yang unik. Di hutan itu, Ibu Renitha membagi
kelompok menjadi 2 orang setiap kelompok. Kelompok pertama, Arina dan Elo.
Kelompok kedua, Gracia dan Beno. Kelompok tiga, Rio dan Vanneza. Kelompok
empat, Masrah dan Nudya. Sejak mendengar jika sahabat-sahabat Ika sekelompok
berdua, Ika terus saja berdoa agar dia tidak dikelompokkan dengan Rendy.
Selanjutnya, adalah pengumuman kelompok lima. Ibu Renitha pun segera menyebutkan
nama anggota kelompok tersebut.
“Kelompok lima
adalah Ika dan Rendy.” Kata Ibu Renhita
“Apa? Gue
sekolompok dengan Rendy? Aku nggak mau Bu. Please!” mohon Ika
“Ika, semua
anggota kelompok sudah Ibu atur, dan perasaan kalau ibu pikir-pikir, lebih baik
kamu sekolompok dengan Rendy, karena Rendy pintar dalam berbicara. Mau?” kata
Ibu Renatha
“Tapi, bu......??
emangnya nggak ada teman yang lain selain si sok cengir ini?” Tanya Ika
“Ika, Rendy itu
berprestasi. Jadi, lebih baik kamu berteman dengan Rendy.” Jawab Ibu Renitha
“Hmm, kayaknya
kamu nggak suka yah, jika kita satu kelompok? Dan kamu pikir aku suka
sekolompok sama kamu?” tegas Rendy menatap mata Ika dengan tatapan yang sangat
dekat
Ika hanya terdiam
sejenak mendengar kata-kata Rendy padanya. Dan kemudian, Ika membalasnya dengan
tatapan yang sama.
“Heh, sampai
kapanpun aku akan tetap benci sama kamu. Ngerti?” Lanjut Ika
“sampai kapan kamu
bisa bertahan seperti itu? Dan, pasti suatu saat nanti kamu akan mencari dan
mengejar-ngejar aku, kan?” Sahut Rendy
Disuatu tempat
yang jalannya sempit dan disetiap tepi jalanan itu ada jurang. Kaki Ika
terpeleset, dan hanya Rendy lah yang bisa menolong Ika saat itu.
“Aaaaah,, Rendy
tolongin aku!” Teriak Ika
“Eh,, iya iya.
Makanya hati-hati, jangan kebanyakan cengar-cengirnya.” Kata Rendy
“Enak aja, ini tuh
aku juga terpaksa banget minta tolong dengan kamu, soalnya sudah tidak ada
teman yang lain.” Jawab Ika
“Ih, syukur-syukur
yah kalau gue nolongin lo.” Kata Rendy
Ika pun terdiam
dan merasa bersalah dengan Rendy, tetapi Ika selalu berbohong kepada dirinya
sendiri untuk tidak memuji Rendy.
Dipertengahan
hutan, Ika merasa kehausan, padahal ditengah hutan tidak ada teman yang lain
selain Rendy.
“Aduh, aku haus
banget. Apalagi, bekalan air minumku udah error.” Kata Ika sembari meminta air
minum dari Rendy
“Hm, nih. Minum
aja air minumku.” Kata Rendy
“Trus, kamu. Kamu
memangnya nggak haus yah? Mendingan kamu simpan saja buat bekal kamu nanti.”
Kata Ika
“Nggak apa-apa.
Mumpung aku lagi baik nih. Kalau nanti benciku kambuh lagi, gimana coba?” ancam
Rendy
“Yah udah, kalau
kamu pinginnya gitu. Sini gue minum (sambil merampas air yang dipegang oleh
Rendy).” Kata Ika
Setelah penelitian
selesai, semua siswa kembali melanjutkan aktivitas sekolah seperti biasanya.
Begitupun Ika, Masrah dan Nudya yang tetap kompak bersama. Dibalik semua itu,
sikap Rendy sekarang telah berubah pada Ika.
Rendy selalu saja
mendekati Ika. Entah, apakah Rendy hanya ingin membuat Ika GR atau hal lain
yang serupa.
“Hm. (sambil duduk
disamping Ika).” Ucap Rendy
“Hm too. Ada apa
loh sok cengir?” ejek Ika
“Nggak ada
apa-apa. Emang salah kalau kita baikan? Nggak enak kan jika kita saling
benci-bencian.” Jawab Rendy
“Jadi, maunya kamu kalau kita baikan? Gitu?” Tanya Ika
“Yo’i.” Jawab
Rendy dengan singkatnya
“Emangnya lo
kesambet setan apa sih? Ko’ lo tiba-tiba aja mau baikan sama gue?” Tanya Ika
keheranan
“Karena......”Kata
Rendy yang membuat Ika menjadi penasaran
“Karena apa?
Karena kamu mau buat aku GR gitu?” Tanya Ika
“Karena aku sayang
sama kamu (dengan suara berbisik).” Kata Rendy terus terang
“Nah, mulai lagi
yah ngebuat aku jadi GR melulu. Lho pikir gue akan terpengaruh begitu
saja?”Tanya Ika
“Nggak, aku
serius. Aku mohon kamu bisa mengerti. Ok?” Kata Rendy
Hati Ika terasa
berbeda dengan yang sebelumnya. Biasanya, Ika hanya berpikiran kalau semua itu
hanya canda. Namun, kali ini hati Ika bagaikan keliru dalam memilih, apakah
Rendy itu serius ataukan cuman mempermainkan Ika saja.
Malam minggu telah
tiba, dering telepon genggam Ika kemudian terdengar. Ternyata, ada panggilan
masuk dari nomor baru tanpa nama. Ternyata itu adalah Rendy.
Ika langsung
mengangkat telepon itu. Dan, ketika penelpon itu menyebutkan namanya yaitu
bahwa kalau dia itu sebenarnya adalah Rendy, Ika langsung heran seketika dan
berpikir kalau dimana Rendy mendapat nomor handphonenya.
“Hey, lama banget
ngangkatnya. Ini gue, Rendy. Trus, gimana dengan jawaban lho dengan pertanyaan
gue yang di taman sekolah tadi? Mohon dijawab yah,,,??” Tanya Rendy seolah
meminta jawaban
“Em, sebelum aku
menjawab. Aku mau nanya, kalau kamu itu beneran serius atau Cuma mainin aku,
soalnya kita tahu sendiri kan kalau kita berdua musuhan.” Kata Ika
“Emang sih kalau
kita musuhan, namun emang salah jika seorang musuh menyimpan rasa kepada
musuhnya sendiri?” Tanya Rendy
“Nggak.” Jawab Ika
dengan singkat
“Jadi, kamu mau
kan jadi pacar aku?” Tanya Rendy
“Iya.” Jawab Ika
dengan sepenuh hati
“Yang bener?”
Tanya Rendy kembali
“Iya.” Jawab Ika
“Yes,, yes yes....
hehehehehy yyyeee. Uhuyyyy,,,, yes yes
yes. Thank’s.” Ucap Rendy dengan bahagia
“Ih, apaan sih.
Baru aja gitu.” Kata Ika
“Thank’s my
darling.” Jawab Rendy
“hm, Mulai deh.”
Kata Ika
Setelah mereka
jadian, Ika terpikir dengan teman-temannya yang cuman taunya kalau Ika dan
Rendy itu musuhan dan tidak mungkin berpacaran. Dan kemudian, Ika kembali
menelpon Rendy mengenai hal itu.
“Rend,” kata Ika
“Ada apa sayang?”
Tanya Rendy
“Setelah kita
jadian sekarang, aku pengen kalau kita nggak usah kasi tau keteman-teman kita
mengenai hubungan kita. Please.” Kata Ika
“Trus, kalau mereka
nanya? Gimana?” tanya Rendy
“Yah, tinggal
bilang aja kalau kita tetap bermusuhan. Ok?” Jawab Ika
“OK.” Kata Rendy
Setiap kesekolah,
Rendy dan Ika selalu semobil. Mereka selalu bersama kesekolah. Namun, untuk
menghindari kecurigaan sahabat-sahabat mereka. Ika harus turun dari mobil Rendy
pas di depan pintu gerbang sekolah. Sebenarnya, Rendy nggak mau lihat Ika jalan
sendiri masuk kesekolah, sedangkan dirinya naik mobil. Namun, setiap kali Ika
keluar dari mobil Rendy, Rendy terus saja berkata: “Jangan berpikiran yang aneh
yah tentang aku jika aku naik mobil sedangkan kamu jalan kaki masuk ke
sekolah.”. Lalu, Ika kemudian menjawab:”Nggak akan mungkin, karena kita kan
sudah setuju bersama. Apa lagi yang mau dikhawatirkan. Dan, yang penting semua
sahabat-sahabat kita nggak jadi curigaan sama kita. Ok?”
Suatu saat, Rendy
membawa Ika kerumahnya. Disana Ika langsung diperkenalkan dengan orang tua
Rendy. Orang tua Rendy kelihatan setuju-setuju saja dengan hubungan mereka,
namun orang tua Rendy selalu berpesan agar jangan melewati hubungan seorang
saudara. Mereka berdua pun mengikuti apa kemauan orang tua Rendy.
Selanjutnya,
giliran Ika lah yang membawa Rendy kerumahnya untuk diperkenalkan juga kepada
orang tua Ika. Harapan Ika, agar orang tuanya sepikiran dengan orang tua Rendy
yang baik hati.
Namun, semua itu
diluar dugaan ketika Rendy menyebutkan nama ayah dan ibunya yang dianggap musuh
oleh ayah Ika. Ika sungguh tak menyangka hal ini akan terjadi. Dan, akhirnya
ayah Ika melarang Ika berhubungan dengan Rendy.
“Keluar kamu. Kamu
dan orang tua kamu pasti sama saja. Sama-sama mau menghancurkan rumah tangga
saya.” Kata ayah Ika
“Ayah apa-apaan
sih? Ayah ko’ jadi gini? Memangnya ada apa dengan orang tua Rendy Yah?” Tanya
Ika
“Ika, diam kamu.
Ayahnya dia sudah membuat jabatan ayah hilang dari kepanitiaan.” Jawab ayah Ika
dengan marahnya
“Tapi, apa
salahnya dengan Rendy ayah? Rendy nggak tau apa-apa!” kata Ika sambil menangis
didepan ayahnya
“Buat apa kamu
tangisin dia? Kamu pikir ayah setuju apa, dengan hubungan kalian berdua?”
tanya ayah Ika
“Tapi aku sayang
sama dia ayah.” Jawab Ika
“Kurang ngajar
kamu (menampar pipi Ika).” Kata ayah Ika
“Om, jangan lakuin
itu om. Semua ini salah aku. Dan, om itu marahnya sama aku, bukan sama Ika.
Jadi, kalau om mau nampar aku, silahkan. Tampar saja aku. Tapi, aku mohon om,
jangan sakiti Ika.” Jawab Rendy
“Kalian sama saja.
(sambil menampar Rendy).” Kata ayah Ika
“Sudah yah, ayah
jangan sekejam itu.” Pintah Ibu Ika
“Ibu......” Jerit
Ika
“Iya sayang,
mendingan kamu ikutin saja apa maunya ayah kamu.” Usul Ibu Ika padanya karena
kasih sayangnya kepada Ika
“Apa bu? Kalau
begitu Ibu sama saja sama ayah. Nggak mau ngeliat anaknya senang.” Jawab Ika
“Semua ini
gara-gara kamu (sambil menunjuk Rendy). Sekarang, kamu pergi dari rumah ini dan
jangan lagi kamu menampakkan diri didepan saya. Ngerti kamu?” Kata ayah Ika
yang sedang mengancam Rendy
“Rendy.... jangan
pergi Rend...... tunggu aku, aku akan ikut sama kamu.” Kata Ika
“Masuk kamu, Ika.
Dasar kamu anak yang tidak tau diuntung. Sekarang kamu masuk kamar. Masuk.
Masuk ayah bilang. (sambil menyeret Ika)” kata ayah Ika
“Rendy,,,,, tunggu
akuuuuu.... Ayah jahat.” Kata Ika
Di kamar, Ika
sendirian. Apalagi, sekarang Ika tidak bisa dan tidak boleh keluar. Sebab,
pintu kamar Ika dikunci oleh ayahnya.
Ika langsung
menelpon Rendy.
“Rend, bawa aku
kabur dari rumah aku. Aku udah nggak tahan sendirian tanpa ada kamu disini.”
Jerit Ika dengan tangisan yang berarti
“Iya sayang,
sebenarnya aku mau banget nolongin kamu, tapi aku harus berbuat apa? Apalagi
ayah kamu benci banget sama aku dan orang tua aku hanya gara-gara bisnis.” Kata
Rendy pada Ika
“Sekarang, aku mau
kabur lewat jendela. Aku mohon, kamu tungguin aku di depan rumah yah sayang?”
Tanya Ika
“Mendingan
sekarang kamu temuin aku di seberang jalan, kebetulan aku masih ada disini.”
Kata Rendy
“Iya, tungguin aku
sayang.” Kata Ika
Merekapun bersama
di tempat yang sunyi dan sama-sama berpikir, bagaimana caranya agar mereka bisa
bersama kembali.
Mereka duduk
bersama diatas mobil Rendy yang berwarna merah. Kemudian, Ika menyanyikan
sebuah lagu.
Hilang semua janji
Semua mimpi-mimpi
indah
Hancur hati ini,
melihat semua ini
Lenyap telah
lenyap
Kebahagiaan dihati
Ku hanya bisa menangisi semua ini
Hancur hati ini melihat kau telah pergi
Kemudian, Rendy
melanjutkan lagu yang dinyanyikan oleh ika.
Langit menjadi
gelap berkelabu
Menyelimuti hatiku
Mengubah seluruh
hidupku
Lalu, mereka
berduapun sama-sama bernyanyi meratapi apa yang mereka rasakan sekarang ini
pada dirinya.
Mengapa semua,
jadi begini
Perpisahan yang
terjadi
Diantara kita
berdua
Ku akan menanti
sebuah keajaiban
Yang membuat kita
bisa bersama kembali
Setelah mereka
menyanyikan lagu itu, mereka sama-sama tertidur. Tepat pukul 02.00, Ika
terbangun dan kemudian Ia langsung menyuruh Rendy agar dirinya diantar pulang
kerumahnya agar ayahnya tidak mengetahui di pagi hari jika Ika sedang tidak ada
di rumah, dan sedang bersama dengan Rendy.
Dipagi hari, Ika
diantar naik mobil oleh sopir pribadinya. Namun, di tengah jalan, Ika minta
turun. Ika meminta turun dari mobil oleh sopir pribadinya sebab Ia ingin
berangkat ke sekolah bersama dengan Rendy dan dengan menaiki mobil mewah Rendy.
Semalam, mereka berjanjian untuk bertemu di depan kios duren. Akhirnya mereka
bersama. Dan kemudian, tidak lupa pula Ika menyampaikan pesan kepada sopirnya
itu, agar Ia tidak buka mulut mengenai
berangkatnya Ika dengan Rendy ke sekolah kepada ayahnya. Akhirnya, sopirnya
menurut, karena sopirnya sayang sama Ika sebab Ika sudah dianggap sebagai
anaknya sendiri.
“Eh,. Kamu yakin,
kalau pak Sumardi tidak buka mulut pada ayah kamu?” Tanya Rendy
“Ya iya lah. Pak
sumardi itu sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri.” Jawab Ika
Tiba-tiba, saat
Ika turun di depan gerbang sekolah, Ika ketahuan berangkat dengan Rendy oleh
Masrah dengan Nudya. Mulai saat itu, mereka berdua curiga dengan Ika dan Rendy.
Bukan hanya Masrah dan Nudya yang curiga dengan Ika dan Rendy. Akan tetapi,
begitupun juga dengan kedua sahabat Rendy yaitu Gilang dan Bayu.
Di lapangan
sekolah, Rendy ditanya oleh Gilang dan Bayu bahwa:
“Sob, ada hubungan
apa lo dengan si cewek manja itu? Bukannya kalian itu bermusuhan? Ko’ aku lihat
tadi kalau kalian berdua sama-sama berangkat ke sekolah.” Tanya Gilang pada
Rendy dengan keheranan
Kemudian, Ika
tidak sengaja lewat di samping Rendy dan dengan sengaja mendengar pembicaraan
mereka.
“Ika maksud loh?
Ah, nggak ko’, mana mungkin gue suka sama dia? Apalagi jika sampai-sampai aku
pacaran sama dia? Dan jika aku pacaran sama dia dengan sembunyi-sembunyi dari
kalian, aku Cuma mainin hati dia saja. Dia kan cuma cewek yang gampang
dibodohin dan dibohongin. Sampai kapanpun aku nggak akan pernah sayang sama
dia, malaupun semua itu dalam terpaksa. (kata Rendy hanya ingin meyakinkan
teman-temannya agar Ia tidak curiga dengan hubungan mereka berdua, padahal, Rendy
sangat sayang sama Ika.).” jawab Rendy
Ika menangis,
dengan mendengar kata-kata yang dikatakan oleh Rendy. Karena dia pikir Rendy
serius dengan kata-katanya. Ika pun lalu lari ke seberang jalan sambil
menangis.
“Rendy, kamu
jahat!!” Kata Ika
“Ika, tunggu aku.
Semua itu cuman bohong.” Jawab Rendy
“Aku sudah nggak
percaya lagi sama kamu.” Kata Ika
“Tapi kan kita
sudah berjanji kalau kita tidak akan mengatakan ini semua kepada
sahabat-sahabat kita. Apa kamu lupa?” Tanya Rendy
“Aku nggak lupa.
Aku pun selalu ingat semua itu. Bahkan aku sembunyikan semua itu kepada
sahabat-sahabat kita.” Jawab Ika
“Trus, mengapa
kamu ngambek kayak gini? Aku nggak ngerti sama kamu.” Kata Rendy
“Tapi, nggak gini
juga caranya Rendy.” Tangis Ika
Dengan kata-kata
mereka berdua, teman-teman mereka merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan
Rendy dan Ika.
Setelah Ika mau
menyeberang, Ika mengancam Rendy dengan bunuh diri. Rendy terus saja menahan
Ika untuk melakukan itu semua. Akan tetapi, Ika terus saja nekat dengan
kata-kata yang baru saja dikeluarkannya.
“Selangkah lagi
kamu mendekat, aku akan menabrakkan diri aku ke kendaraan yang lewat.” Ancam
Ika pada Rendy
“Ika, jangan
lakuin itu, aku sayang banget sama kamu. Aku serasa nggak bisa hidup tanpa
kamu. Kamu harus tau itu.” Kata Rendy
“Kamu pembohong.
Semua yang kamu katakan padaku itu semuanya bohong. Semula, aku percaya sama
kamu. Dan aku terima permintaan kamu kepada aku untuk menjadi pacar kamu,
ternyata dibalik semua itu kamu sia-siakan semua ini. Aku kecewa sama kamu.”
Kata Ika dengan muka kecewa dan berlinang air mata dipipinya.
Kemudian, dua buah
mobil yang melaju dari arah yang berlawanan. Salah satu mobil itu melaju ke
arah tempat berdirinya Ika. Kpiiiiiiiik kpiiiiiiip... suara klakson mobil
berbunyi.
“Ika...... awas!”
teriak Rendy
Kemudian, Rendy
dengan buru-buru untuk langsung menyelamatkan Ika. Tetapi, mobil yang melaju di
lawan arah menyambar Ika, dan mobil yang semula ingin menabrak Ika kemudian
menabrak Rendy yang berniat untuk menyelamatkan Ika, namun mereka berdua terkena
musibah. Mereka terkapar di jalan raya dengan posisi terlentang dan dengan
style Ika berada dipelukan Rendy.
Mereka berdua
langsung dilarikan ke rumah sakit. Untungnya ada sahabat-sahabat mereka yang
mendampingi, jadinya merekalah yang menghubungi kedua orang tua Rendy dan Ika.
Saat di rumah
sakit, Ika mengalami koma, sebab Ika mengalami pendarahan yang cukup berat pada
luka-lukanya. Sayangnya lagi, Ika memiliki golongan darah O yang artinya hanya
golongan darah yang sama lah atau sesama golongan darah O lah yang hanya bisa
mendonorkan darahnya. Ibu Ika memiliki golongan darah A sedangkan ayahnya
memiliki golongan darah O namun, ayahnya tidak bisa mendonorkan darahnya sebab
Ia memiliki berbagai macam penyakit, diantaranya adalah penyakit mag. Nah, penyakit
mag itu adalah salah satu penghambat seseorang untuk bisa mendonorkan darahnya.
Jadi, Ika tidak bisa mendapat donor darah dari ayahnya. Disamping itu, PMI juga
kehabisan cadangan golongan darah O. Sebab, sejak saat ini banyak yang
membutuhkan golongan darah tersebut.
Setelah Rendy
sadar, Rendy hanya langsung menanyakan keadaan Ika. Ketika Rendy mengetahui
bahwa Ika kekurangan darah, Rendy langsung berbicara langsung kepada dokter
yang menanganinya bahwa Ia juga memiliki golongan darah O dan ingin mendonorkannya
kepada Ika seberapapun banyaknya agar Ika bisa sehat kembali.
Setelah didonorkan
darah dari Rendy, Ika pun siuman dan terlepas dari fase koma. Rendy sangat
bersyukur akan siumannya Ika.
Setelah ayah Ika
mengetahui bahwa yang menyelamatkan nyawa anaknya itu adalah Rendy, hati ayah
Ika langsung tersentuh dari pengorbanan Rendy kepada Ika. Ia telah mengetahui
bahwa bagaimana jalinan kasih sayang antara Rendy dan putrinya itu.
Dengan kejadian
itu ayah Ika pun merestui hubungan antara Rendy dengan putrinya. Karena Ia
telah dibukakan pintu hatinya oleh yang Kuasa.
Setelah mereka
telah sehat, mereka masih terbaring di ranjang rumah sakit karena kesehatannya
masih dipertimbangkan oleh para dokter. Setelah membuka matanya, Ika dan Rendy
langsung melihat kearah sahabat karibnya yang sudah berdiri dengan
berpasang-pasangan dan pasangannya adalah sahabat dari kekasihnya. Yaitu,
Masrah berpasangan dengan Gilang sedangkan Nudya berpasangan dengan Bayu.
Akhirnya, mereka
semua bersatu dalam satu ikatan “Cinta” tak ada benci yang semula terajut. Dan
semuanya menjadi sebuah harapan kebahagiaan.
“Dalam tubuhku
telah mengalir darahmu, darahku , darah kita bersama.” Kata Ika dan Rendy
secara bersamaan
“I LOVE YOU
FOREVER, AND IN MY OPINION YOU IS THE BEST FOR ME AND FOR MY LIFE.” Kata mereka
kembali dengan bersamaan
Artinya, mereka
dipersatukan oleh darah yang mengalir dari tubuh kekasihnya sendiri. Dan,
maknanya adalah tidak ada yang dapat memisahkan mereka sebelum mereka bisa
memisahkan darahnya dengan darah kekasihnya yang telah mengalir ditubuhnya.
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH
Kesimpulannya :
“Jangan pernah kalian berpikir jika kebencian itu tidak
bisa menjadi cinta, karena cinta tidak memandang status sebelumnya”.
· Kita bukanlah dua garis yang tidak sengaja bertabrakan. Sekeras apapun
usaha kita berdua, saling menjauhkan diri, dijauhkan oleh orang lain, dan
menjauhkan hati, pada akhirnya kita akan bertemu kembali.
· Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karena hanya ada satu cara untuk
membuktikannya. Kau, aku, dan perjalanan ini.

0 comments:
Post a Comment